TRACE membantu individu memantau kebocoran data pribadi: email, nomor telepon, kata sandi, dan identitas digital lainnya. Cepat, akurat, dan mudah dipahami.
TRACE lahir dari sebuah observasi: mayoritas orang tidak tahu berapa banyak data pribadi mereka yang sudah tersebar dan bisa disalahgunakan.
Masukkan identitas digitalmu dengan aman.
Ditelusuri ke basis data kebocoran publik.
Skor & rincian data apa saja yang terekspos.
Langkah konkret untuk kembali aman.
Cek apakah email atau nomor HP kamu pernah bocor di kebocoran data publik.
01Dapatkan skor 0-100 seberapa terekspos data kamu di internet.
02Panduan konkret: ganti password mana, aktifkan 2FA di mana.
03Notifikasi otomatis kalau ada kebocoran baru yang melibatkan datamu.
04Kamu tidak perlu jadi ahli untuk aman. Enam kebiasaan sederhana ini sudah menutup sebagian besar celah yang paling sering dimanfaatkan.
Jangan pakai kata sandi yang sama di banyak layanan. Satu bocor, semua ikut berisiko.
Verifikasi dua langkah membuat akunmu tetap aman walau kata sandi diketahui orang lain.
Email atau SMS yang meminta data/OTP dengan buru-buru hampir selalu penipuan. Berhenti, cek, baru bertindak.
Semakin sedikit data yang kamu sebar, semakin kecil kemungkinan disalahgunakan.
Hindari login perbankan di jaringan terbuka. Gunakan koneksi tepercaya atau VPN.
Periksa jejak digitalmu secara rutin agar tahu lebih cepat saat ada kebocoran baru.
Dari insiden kependudukan hingga kebocoran e-commerce dan operator seluler, jutaan data pribadi—NIK, email, nomor telepon, hingga kata sandi—beredar bebas di forum gelap. Sebagian besar pemiliknya tidak pernah tahu. TRACE hadir untuk mengubah ketidaktahuan itu menjadi kendali.
Data penduduk diduga bocor dari insiden kependudukan (2023)
Rata-rata data pribadi diperjualbelikan tiap bulan di forum gelap
Pengguna internet Indonesia memakai kata sandi berulang
Indonesia masuk negara dengan insiden kebocoran data terbanyak di Asia